Dari Panggung Global ke Rumah Bangsa: KH Didi Supandi Tegaskan Kepemimpinan Berakar pada Nilai Indonesia
JAKARTA – Founder Jakarta Cosmopolite Islamic School (JACOS), Assoc. Prof. Dr. K.H. Didi Supandi, Lc., M.A., menjadi salah satu narasumber dalam ajang Jakarta Leadership & Innovation Summit 2026 yang diselenggarakan oleh IWK SPPB Universitas Indonesia pada Sabtu, 14 Februari 2026, bertempat di IASTH Building, Lantai 5, Kampus UI Salemba, Jakarta.
Forum strategis ini menghadirkan para tokoh nasional lintas bidang yang memiliki pengaruh dalam pengembangan kepemimpinan, kebijakan publik, dan inovasi nasional, di antaranya:
• Rafael Antonius, S.E., M.M. – Professional Leader Coach
• Dr. (c) Bahar Buasan, S.T., M.S.M., M.Sc. – Pimpinan Komite I DPD RI
• Prof. Popy Rufaidah, S.E., MBA., Ph.D. – Pj. Deputi Kepala Staf Kepresidenan RI
• Syafira Mardiah, S.Tr.Kom. – Puteri Indonesia Kebudayaan 2025
• Prof. Roy Darmawan, S.E., M.Psi. – Ketua CSEL CSGS UI
Kepemimpinan Berkelas Dunia, Berjiwa Indonesia

Dalam paparannya, KH Didi Supandi menekankan bahwa pengalaman global harus memperkuat, bukan mengikis, identitas kebangsaan. Sebagai figur yang telah berinteraksi dengan berbagai ekosistem pendidikan dan kepemimpinan di Eropa, Amerika, Asia, hingga Afrika, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekuatan khas yang tidak dimiliki bangsa lain.
“Saya telah melihat banyak model kepemimpinan di berbagai benua. Kita belajar tentang sistem, inovasi, dan tata kelola. Namun Indonesia tetap rumah terbaik—karena keramahan, empati, dan nilai spiritual masyarakatnya,” tegasnya.
Menurutnya, keramahan warga Indonesia bukan sekadar budaya sosial, melainkan fondasi kepemimpinan berbasis empati dan kemanusiaan. Di tengah kompetisi global yang kian keras, nilai tersebut justru menjadi keunggulan strategis bangsa.
Inovasi Tanpa Nilai Adalah Rapuh
KH Didi juga mengingatkan bahwa transformasi kepemimpinan nasional tidak boleh semata-mata mengejar kemajuan teknologi atau pertumbuhan ekonomi.
“Leadership without values is dangerous. Innovation without ethics is fragile. Kita harus melahirkan pemimpin yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berintegritas,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa institusi pendidikan memiliki peran sentral dalam membangun generasi pemimpin yang adaptif terhadap perubahan global, namun tetap berpijak pada akar budaya dan nilai keislaman serta kebangsaan.
Pendidikan sebagai Pilar Strategis Bangsa
Partisipasi JACOS dalam forum ini menjadi penegasan bahwa sekolah bukan hanya ruang akademik, melainkan pusat strategis pembentukan pemimpin masa depan.
“Semakin jauh kita melangkah ke dunia, seharusnya semakin kuat kita kembali kepada Indonesia sebagai rumah besar kita,” tutupnya.
Kehadiran KH Didi Supandi dalam Jakarta Leadership & Innovation Summit 2026 menandai komitmen JACOS untuk terus mengambil peran aktif dalam diskursus nasional, mendorong lahirnya kepemimpinan Indonesia yang berdaya saing global—namun tetap berakar kuat pada nilai dan karakter bangsa.



